https://www.jomparnd.com/jurnal/index.php/jp/issue/feedJUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial2026-07-25T16:25:31+07:00Muh. Nasir, M.Pdperahubima@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial</strong> memiliki e-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220106091019230" target="_blank" rel="noopener">2809-7998</a> dan p-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220106371039127" target="_blank" rel="noopener">2809-8005</a>, menerbitkan artikel ilmiah pendidikan dan ilmu sosial berdasarkan hasil penelitian dan hasil kajian pustaka. <strong>JUPEIS </strong>menerima artikel yang sesuai dengan ketentuan maupun <em><a href="https://docs.google.com/document/d/1zsPNkI0fnIJmfBICvNA7wUAfk4wFqJae/edit?usp=sharing&ouid=116803818225163091555&rtpof=true&sd=true" target="_blank" rel="noopener">template</a></em> yang sudah disediakan oleh pengelola. <strong>JUPEIS</strong> adalah jurnal <em>open access </em>yang dikelola Yayasan J<em>ompa Research and Development</em>. <strong>JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial</strong> <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/14367#!" target="_blank" rel="noopener">Terakreditasi SINTA 5,</a> sesuai SK Dirjen Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek Nomor: 10/C/C3/DT.05.00/2025. Terbit 4 kali setiap tahun pada bulan Januari, Maret, Juli, dan November</p>https://www.jomparnd.com/jurnal/index.php/jp/article/view/3118Efektivitas Pendampingan Guru PAI Mengembangkan Konten Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi di SDIT2026-06-28T07:04:39+07:00Chairul Hudariszkifadillah22@gmail.comJunaidi Junaidij1edly@gmail.comSuerni Suernisuerni235@gmail.comAtika Sadariah Nasutionatikasadariah3@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas program pendampingan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengembangkan konten pembelajaran berbasis teknologi informasi di SDIT Sahabat Al-Qur'an. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest yang didukung data kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas 5 guru PAI yang mengikuti enam sesi pendampingan. Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, Paired Sample t-Test, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor kompetensi guru meningkat dari 48,2 menjadi 84,6 dengan peningkatan 36,4 poin. Hasil Paired Sample t-Test menunjukkan nilai Sig. = 0,000 (p < 0,05), sedangkan nilai N-Gain sebesar 0,72 termasuk kategori tinggi. Selain itu, tingkat partisipasi guru mencapai 96% dan seluruh peserta berhasil menghasilkan media pembelajaran digital berbasis Canva, Powtoon, Quizizz, serta RPP berbasis teknologi informasi. Temuan ini menunjukkan bahwa program pendampingan efektif meningkatkan kompetensi guru dan dapat menjadi strategi berkelanjutan untuk mendukung transformasi pembelajaran PAI di sekolah dasar</em><em>.</em></p>2026-07-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosialhttps://www.jomparnd.com/jurnal/index.php/jp/article/view/2763Persepsi Dosen terhadap Penggunaan ChatGPT sebagai Asisten Virtual dalam Mendukung Pembelajaran2026-04-26T12:45:37+07:00Sony Junaedisony-junaedi@untagsmg.ac.idDina Prasetyowatidinaprasetyowati@gmail.com<p><em>Perkembangan teknologi kecerdasan buatan, khususnya ChatGPT, menghadirkan peluang sekaligus tantangan dalam pembelajaran di pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dosen terhadap penggunaan ChatGPT sebagai asisten virtual dalam mendukung pembelajaran di Fakultas Bahasa dan Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif eksploratif melalui wawancara mendalam terhadap 10 dosen yang dipilih secara purposive. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan makna utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosen memiliki persepsi yang cenderung positif terhadap penggunaan ChatGPT, terutama dalam meningkatkan efisiensi, kreativitas, serta variasi metode pembelajaran. ChatGPT juga dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam penyusunan materi, pembuatan soal, dan penulisan akademik. Namun demikian, terdapat sejumlah tantangan yang menjadi perhatian, seperti potensi pelanggaran integritas akademik, ketergantungan mahasiswa, serta keakuratan informasi yang perlu diverifikasi. Oleh karena itu, penggunaan ChatGPT perlu diintegrasikan secara bijak dengan mempertimbangkan aspek pedagogis dan etika akademik agar dapat mendukung pembelajaran secara optimal</em><em>.</em></p>2026-07-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosialhttps://www.jomparnd.com/jurnal/index.php/jp/article/view/2761Transformasi Sungai Avour menjadi Sumber Irigasi Berkelanjutan di Desa Ganggangpanjang2026-04-26T12:49:15+07:00Arfindi Yunanda Santosoarfindi.santoso@arjunawijaya.coIsa Elfiantoisaelfianto@gmail.comAdhelia Hasri Miracahyaniadheliahasrimiracahyani@gmail.com<p><em>Perubahan iklim meningkatkan kerentanan sektor pertanian, khususnya melalui ketidakpastian musim dan menurunnya ketersediaan air irigasi. Kondisi ini dialami petani di Desa Ganggangpanjang yang mengalami penurunan intensitas masa tanam dari tiga kali menjadi satu kali dalam setahun. Penelitian dilakukan di Desa Ganggangpanjang, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan menganalisis optimalisasi pemanfaatan aset desa melalui integrasi pendekatan Sustainable Livelihood Approach (SLA) dan Asset-Based Community Development (ABCD) dalam penanganan permasalahan irigasi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sungai Avour berhasil dioptimalkan sebagai sumber irigasi melalui sistem pompa dan jaringan pipa PVC berbasis partisipasi masyarakat. Intervensi ini meningkatkan efektivitas distribusi air, memperkuat kelembagaan kelompok tani, serta meningkatkan intensitas tanam dari satu kali menjadi tiga kali dalam setahun. Temuan ini menunjukkan bahwa optimalisasi aset lokal melalui pendekatan SLA dan ABCD efektif dalam mendukung keberlanjutan penghidupan petani dan ketahanan pertanian</em><em>.</em></p>2026-07-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosialhttps://www.jomparnd.com/jurnal/index.php/jp/article/view/2968Efektivitas Model Pendampingan BK3S dalam Pemberdayaan Lembaga Kesejahteraan Sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta2026-06-28T07:59:56+07:00Rodi Kombarodikomba@gmail.comSebelom Kogoyazebulonzeby16@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model pendampingan yang dijalankan oleh Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Daerah Istimewa Yogyakarta dalam memberdayakan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, karena fenomena yang dikaji bersifat kontekstual dan memerlukan pemahaman mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 12 informan, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña serta diperkuat triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian membuktikan bahwa BK3S DIY menerapkan model pendampingan multidimensional melalui empat tahap, yaitu identifikasi kebutuhan, pelatihan dan pengembangan kapasitas, fasilitasi jaringan kerja sama, serta monitoring dan evaluasi partisipatif. Model ini terbukti efektif meningkatkan kapasitas manajerial, sumber daya manusia, kualitas program, dan jaringan kerja sama LKS, meskipun masih dihadapkan pada kendala keterbatasan sumber daya dan sistem evaluasi yang belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan sistem evaluasi berbasis indikator terukur dan peningkatan koordinasi lintas sektor sangat diperlukan untuk keberlanjutan program pendampingan LKS di masa mendatang</em><em>.</em></p>2026-07-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosialhttps://www.jomparnd.com/jurnal/index.php/jp/article/view/3225Peran Fear of Missing Out dan Paparan Media terhadap Hubungan Parasosial: Studi Kuantitatif pada Penggemar JKT482026-07-19T10:18:20+07:00Muhammad Ikbal Wahyu Sukronmuhammad.ikbal@unj.ac.idErvah Ayu Ningtiaservahayn@gmail.comErik Erikerik@unj.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Fear of Missing Out (FoMO) dan paparan media terhadap hubungan parasosial pada penggemar JKT48. Sebanyak 302 penggemar JKT48 berusia minimal 17 tahun, aktif menggunakan media sosial, dan memiliki ketertarikan terhadap JKT48 minimal tiga bulan, yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dilibatkan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fear of Missing Out (FoMO) dan paparan media secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap hubungan parasosial pada penggemar JKT48, F(2,299) = 108,4, p < 0,001, R² = 0,420. Temuan ini menunjukkan bahwa Fear of Missing Out (FoMO) dan paparan media secara bersama-sama menjelaskan 42,0% varians hubungan parasosial. Fear of Missing Out (FoMO) memberikan kontribusi yang lebih besar (β = 0,578) dibandingkan paparan media (β = 0,141) dalam memprediksi hubungan parasosial. Dengan demikian, semakin tinggi Fear of Missing Out (FoMO) dan paparan media yang dimiliki penggemar, semakin tinggi pula hubungan parasosial yang terbentuk dengan member JKT48. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris mengenai Fear of Missing Out (FoMO) dan paparan media dalam pembentukan hubungan parasosial pada penggemar JKT48. Secara praktis, temuan ini menegaskan pentingnya kesadaran penggemar untuk membatasi diri dalam mengikuti perkembangan idola secara berlebihan, serta tetap memprioritaskan tanggung jawab dan hubungan sosial di kehidupan nyata</em><em>.</em></p>2026-07-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosialhttps://www.jomparnd.com/jurnal/index.php/jp/article/view/3222Pengaruh Interaksi Petugas Pajak terhadap Kepercayaan dan Kepatuhan Wajib Pajak di Saumlaki2026-07-18T05:31:06+07:00Aidit Diego Mirudorianarno58@gmail.comNorbertus Purnomolastupur_nomolastu@yahoo.com<p><em>Penelitian ini bertujuan menganalisis interaksi petugas pajak dan wajib pajak serta pengaruhnya terhadap kepercayaan dan kepatuhan di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan 7 informan yang terdiri atas tiga kategori, yaitu wajib pajak orang pribadi karyawan (3 orang), wajib pajak pelaku usaha/UMKM (2 orang), dan wajib pajak badan (2 orang), yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis secara tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan komunikasi petugas pajak memengaruhi kenyamanan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakan, tetapi belum mampu meningkatkan kepercayaan terhadap pemerintah yang tetap rendah akibat maraknya pemberitaan korupsi dan penyalahgunaan anggaran negara. Temuan utama mengungkapkan bahwa kepatuhan wajib pajak lebih didominasi oleh enforced compliance yang didorong oleh rasa takut terhadap sanksi dan risiko hukum, dibandingkan voluntary compliance yang bersumber dari kepercayaan sukarela terhadap otoritas pajak. Meskipun demikian, kesadaran wajib pajak akan pentingnya pajak bagi pembangunan negara tetap terjaga. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan transparansi penggunaan anggaran negara, penguatan pengawasan terhadap oknum petugas pajak, serta pendampingan intensif penggunaan sistem Coretax bagi wajib pajak</em><em>.</em></p>2026-07-28T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosialhttps://www.jomparnd.com/jurnal/index.php/jp/article/view/2792Peran Panglima Laot sebagai Agen Pengendalian Sosial terhadap Penggunaan Alat Tangkap Tidak Ramah Lingkungan di Gampong Ujong Drien2026-04-26T12:35:56+07:00Aldy Maulidialdymldi106@gmail.comFazillah Baihaqifazillahbaihaqi@gmail.comAhlun Nazarahlunnazar@gmail.comSusila Fitrisusilafitri@gmail.comNisrina Nisrinanisrina@gmail.comUlan Alwiulanalwi@gmail.comTio RinduTtorindu@gmail.comSopar Soparsopar@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Panglima Laot dalam pengendalian penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan di Gampong Ujong Drien. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan di tengah tekanan ekonomi dan perkembangan teknologi perikanan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 6 orang yang terdiri atas Panglima Laot dan nelayan setempat. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat tangkap di Gampong Ujong Drien masih didominasi oleh alat tangkap tradisional yang relatif ramah lingkungan. Nelayan memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian ekosistem laut, meskipun dalam kondisi tertentu masih terdapat potensi penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan akibat tekanan ekonomi. Panglima Laot berperan sebagai agen pengendalian sosial melalui pendekatan preventif dan persuasif, seperti pemberian nasihat, musyawarah, serta pengawasan terhadap aktivitas nelayan. Mekanisme tersebut terbukti efektif dalam menciptakan kepatuhan tanpa menimbulkan konflik sosial. Namun, pengendalian penggunaan alat tangkap masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan alternatif alat tangkap, kondisi lingkungan, dan kebutuhan ekonomi nelayan. Penelitian ini mengimplikasikan pentingnya penguatan kelembagaan adat Panglima Laot dalam mendukung pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan berbasis masyarakat serta sebagai model pengendalian sosial dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir</em><em>.</em></p>2026-07-28T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosialhttps://www.jomparnd.com/jurnal/index.php/jp/article/view/3226Pengetahuan dan Pemanfaatan Chat GPT dalam Pembelajaran: Studi Kasus Mahasiswa PJKR Universitas Insan Budi Utomo2026-07-19T11:16:57+07:00Praharisti Kurniasarikurniasaripraharisti@uibu.ac.idAgusti Mardikaningsihagustimardikaningsih@gmail.comJohan Dwi Pradiftajohandwipradifta@gmail.com<p><em>Chat GPT merupakan kecerdasan buatan yang saat ini semakin populer dan dipakai diberbagai bidang, salah satunya di bidang pendidikan. Penelitian ini menganalis perilaku bagaimana pemanfaatan Chat GPT khususnya di kalangan mahasiswa PJKR Universitas Insan Budi Utomo. Penelitian ini menggunakan metode survei dimana data dikumpulkan untuk mengetahui sejauh mana mahasiswa menggunakan Chat GPT, selain itu juga menganalisis sejauh mana manfaat penggunaannya. Data dikumpulkan dari 250 mahasiswa PJKR angkatan 2024 melalui kuesioner dan wawancara mendalam. Data yang diperoleh akan dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas mahasiswa sebesar 74,9% mempunyai wawancara atau pengetahuan yang luas mengenai Chat GPT. Sebesar 62,4 % responden juga memakai atau menggunakan Chat GPT. Mereka menggunakan sebagai sumber informasi tambahan diberbagai konteks. Misalnya untuk tugas akademis, komunikasi interpersonal dan juga hiburan. Temuan juga didapatkan bahwa pola perilaku dalam pengguanaan Chat GPT beragam. Sebagian besar dari responden sebesar 78,4% menggunakan Chat GPT sebagai sumber referensi tugas kuliah dan informasi tambahan. Sebanyak 21,6% menggunakan Chat GPT sebagai alat bantu untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliah mereka. Adapun implikasi sosial dari temuan ini adalah diperdebatkan dalam konteks evolusi teknologi komunikasi dan juga dampaknya terhadap bagaimana cara mahasiswa memperoleh, memproses dan berbagi informasi. Dalam penelitian ini mengkaji pentingnya mengetahui dan memahami bagaimana cara mahasiswa mengadopsi dan berinteraksi dengan teknologi seperti Chat GPT. Dengan adanya potensi implikasi bagi pendidikan diharapkan interaksi dan perkembangan teknologi lebih lanjut di masa mendatang</em><em>.</em></p>2026-07-28T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial