Efektivitas Model Pendampingan BK3S dalam Pemberdayaan Lembaga Kesejahteraan Sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.57218/jupeis.Vol5.Iss3.2968Keywords:
BK3S, Efektivitas, Lembaga kesejahteraan sosial, Pendampingan, PemberdayaanAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model pendampingan yang dijalankan oleh Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Daerah Istimewa Yogyakarta dalam memberdayakan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, karena fenomena yang dikaji bersifat kontekstual dan memerlukan pemahaman mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 12 informan, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña serta diperkuat triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian membuktikan bahwa BK3S DIY menerapkan model pendampingan multidimensional melalui empat tahap, yaitu identifikasi kebutuhan, pelatihan dan pengembangan kapasitas, fasilitasi jaringan kerja sama, serta monitoring dan evaluasi partisipatif. Model ini terbukti efektif meningkatkan kapasitas manajerial, sumber daya manusia, kualitas program, dan jaringan kerja sama LKS, meskipun masih dihadapkan pada kendala keterbatasan sumber daya dan sistem evaluasi yang belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan sistem evaluasi berbasis indikator terukur dan peningkatan koordinasi lintas sektor sangat diperlukan untuk keberlanjutan program pendampingan LKS di masa mendatang.
Downloads
References
Aantjes, C. J., Burrows, D., & Armstrong, R. (2022). Capacity development in pursuit of social change: An examination of processes and outcomes. Development in Practice, 32(4), 536–550. https://doi.org/10.1080/09614524.2021.1937547
Adi, I. R. (2013). Kesejahteraan Sosial (Pekerjaan Sosial, Pembangunan Sosial, dan Kajian Pembangunan). Rajawali Pers.
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative Governance in Theory and Practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032
Chambers, R. (1995). Poverty and Livelihoods: Whose Reality Counts? Environment and Urbanization, 7(1), 173–204. https://doi.org/10.1177/095624789500700106
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Gibson, J. L., Ivancevich, J. M., & Donnelly, J. H. (2012). Organizations: Behavior, Structure, Processes (14th ed.). McGraw-Hill.
Healy, K. (2021). Social Work Theories in Context: Creating Frameworks for Practice (3rd ed.). Palgrave Macmillan.
Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2020). Pedoman Pendaftaran dan Akreditasi Lembaga Kesejahteraan Sosial. Kemensos RI.
Kim, S., & Sullivan, A. A. (2023). Connecting the composition of collaborative governance structure to community-level performance in homeless services. Public Administration Review, 83(4), 734–749. https://doi.org/10.1111/puar.13632
Klijn, E. H., & Koppenjan, J. (2016). Governance Networks in the Public Sector. Routledge.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic Inquiry. SAGE Publications.
Midgley, J. (2014). Social Development: Theory and Practice. SAGE Publications.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
Narayan, D. (2002). Empowerment and Poverty Reduction: A Sourcebook. The World Bank.
Payne, M. (2014). Modern Social Work Theory (4th ed.). Palgrave Macmillan.
Perkins, D. D., & Zimmerman, M. A. (1995). Empowerment Theory, Research, and Application. American Journal of Community Psychology, 23(5), 569–579. https://doi.org/10.1007/BF02506982
Rossi, P. H., Lipsey, M. W., & Henry, G. T. (2019). Evaluation: A Systematic Approach (8th ed.). SAGE Publications.
Spicker, P. (2020). Social Policy: Theory and Practice (4th ed.). Policy Press.
Suharto, E. (2015). Kebijakan Sosial sebagai Kebijakan Publik (Edisi Keempat). Alfabeta.
Sumpeno, W. (2011). Menjadi Fasilitator Genius: Kiat-Kiat dalam Mendampingi Masyarakat. Pustaka Pelajar.
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 12.
Wahab, A. A. (2020). Pemberdayaan Masyarakat: Konsep dan Strategi. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 5(2), 112–124.
Yayasan BK3S DIY. (2023). Laporan Tahunan Program Pendampingan dan Pemberdayaan Lembaga Kesejahteraan Sosial Tahun 2022. BK3S DIY.
Yuda, T. K., Pratiyudha, P. P., & Kafaa, K. A. (2023). Managing social policy in the emerging welfare regime of governance: What Indonesia can learn from South Korea's experience. International Social Work, 66(2), 357–372. https://doi.org/10.1177/00208728211011634
Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th ed.). SAGE Publications.
Zanin, A. C., Hanna, K. N., & Martinez, L. V. (2022). Mirroring empowerment: Exploring structural barriers to volunteer motivation fulfillment in an all-female youth sport program. Nonprofit and Voluntary Sector Quarterly, 51(5), 1158–1183. https://doi.org/10.1177/08997640211034585
Zastrow, C., & Kirst-Ashman, K. K. (2019). Understanding Human Behavior and the Social Environment (11th ed.). Cengage Learning.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




