https://www.jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/issue/feed JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa 2026-09-21T07:08:45+07:00 Muh. Nasir perahubima@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa</strong> memiliki e-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220622381542336" target="_blank" rel="noopener">2830-5558</a> dan p-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220622151579848" target="_blank" rel="noopener">2830-5744</a>, merupakan jurnal <em>open access</em>, dengan fokus pada rumpun ilmu kesehatan termasuk ranah preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif yang menerbitkan artikel hasil penelitian asli maupun artikel hasil tinjauan pustaka, mencakup: Penelitian medis dan klinis, Penelitian kesehatan masyarakat (manajemen dan kebijakan kesehatan, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, epidemiologi, maupun kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja), Penelitian manajemen kebidanan atau yang terkait dengan kebijakan maupun upaya preventif dan promotif, Penelitian manajemen keperawatan atau yang terkait dengan keperawatan lingkungan dengan upaya promosi kesehatan. <strong>JUKEJ </strong>menerima artikel yang sesuai dengan ketentuan maupun <em><a href="https://docs.google.com/document/d/1Wd4y2qAbSh-_h8fA9YfA_ajoysJAJm0o/edit?usp=sharing&amp;ouid=116803818225163091555&amp;rtpof=true&amp;sd=true" target="_blank" rel="noopener">template</a></em> yang sudah disediakan oleh pengelola. <strong>JUKEJ</strong> adalah jurnal dibawah naungan Yayasan J<em>ompa Research and Development</em>. <strong>JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa</strong> <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/14764">Terakreditasi SINTA 4,</a> sesuai SK Dirjen Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek Nomor: 10/C/C3/DT.05.00/2025. Terbit 4 Kali setiap tahun.</p> https://www.jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3136 Analisis Komparatif Kualitas Hidup Lansia pada Program Sekolah Lansia Berdaya (SIDAYA) Kecamatan Meureubo, Aceh Barat 2026-07-02T06:07:31+07:00 Izzatul Husna husnahizzah4@gmail.com Rubi Rimonda rubirimonda@gmail.com T.M. Rafsanjani t.m.rafsanjani@gmail.com Maiza Duana maizaduana@utu.ac.id Onetusfifsi Putra onetusfifsiputra@utu.ac.id <p>Peningkatan populasi lansia menjadi tantangan kesehatan masyarakat global, di mana World Health Organization melaporkan prevalensi gangguan mental emosional pada lansia mencapai 14,1%. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas hidup lansia pada aspek fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Program Sekolah Lansia Berdaya (SIDAYA) dikembangkan sebagai intervensi berbasis komunitas untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kualitas hidup antara lansia peserta dan non-peserta Program SIDAYA di Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat. Penelitian kuantitatif dengan desain <em>comparative cross-sectional</em> ini melibatkan 44 responden yang dipilih menggunakan <em>purposive sampling</em> di dua lokus penelitian, terdiri dari 19 orang kelompok peserta SIDAYA (Desa Pasi Pinang) dan 25 orang kelompok non-peserta (Desa Peunaga Rayeuk). Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF dan dianalisis menggunakan uji <em>Independent Sample T-Test</em>, <em>Mann-Whitney</em>, serta regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan kelompok peserta SIDAYA memiliki rata-rata skor total kualitas hidup yang signifikan lebih tinggi (68,45 ± 11,60) dibandingkan kelompok non-peserta (54,14 ± 12,44) dengan nilai <em>p</em> = 0,000. Perbedaan signifikan secara konsisten juga ditemukan pada seluruh domain, yaitu fisik (<em>p</em> = 0,008), psikologis (<em>p</em> = 0,005), sosial (<em>p</em> = 0,025), dan lingkungan (<em>p </em>= 0,000). Analisis multivariat mengonfirmasi bahwa keikutsertaan dalam Program SIDAYA berhubungan signifikan dengan peningkatan kualitas hidup lansia sebesar 10,581 poin lebih tinggi setelah mengontrol variabel pengganggu (<em>p</em> = 0,009). Program SIDAYA terbukti secara nyata berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup lansia di wilayah perdesaan.</p> 2026-09-16T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://www.jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2604 Hubungan Aktivitas Fisik dan IMT dengan Massa Otot pada Lansia Diabetes Melitus di Puskesmas Pamotan 2026-02-10T15:58:35+07:00 Nabila Rachma nabilarachma292003@gmail.com Alif Adlan Zulizar alifadlan@unimus.ac.id Afiana Afiana fiana@unimus.ac.id <p>Prevalensi Diabetes Melitus (DM) tipe 2 pada lansia di Indonesia meningkat seiring bertambahnya populasi usia. Kondisi ini meningkatkan risiko sarcopenia melalui resistensi insulin dan inflamasi kronis. Aktivitas fisik dan indeks massa tubuh (IMT) berperan dalam mempertahankan massa otot lansia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan aktivitas fisik dan IMT dengan status massa otot pada lansia penderita DM tipe 2 di Puskesmas Pamotan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif observasional analitik dengan rancangan cross-sectional, melibatkan 100 lansia penderita DM tipe 2 berusia 60–70 tahun yang dipilih melalui purposive sampling. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire–Short Form (IPAQ-SF), IMT diperoleh melalui pengukuran antropometri, sedangkan massa otot diukur menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) Omron HBF-375 dan dikategorikan menjadi massa otot rendah dan normal. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square atau Fisher's Exact Test dengan tingkat kemaknaan p &lt; 0,05 serta perhitungan odds ratio (OR). Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki aktivitas fisik sedang, IMT normal, dan massa otot normal. Terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dan status massa otot (p = 0,001; OR = 0,096). Hubungan bermakna juga ditemukan antara IMT dan status massa otot (p &lt; 0,001; OR = 14,33). Responden dengan IMT underweight memiliki risiko lebih tinggi mengalami massa otot rendah dibandingkan responden dengan IMT normal. Kesimpulannya, aktivitas fisik sedang dan IMT normal berhubungan dengan massa otot normal. Program latihan fisik terstruktur dan skrining status gizi direkomendasikan untuk mencegah sarcopenia pada lansia dengan DM tipe 2.</p> 2026-09-16T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://www.jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3185 Hubungan Kondisi Fisik Rumah dengan Kejadian ISPA Pada Balita di Desa Rundeng Kecamatan Rundeng Kota Subulussalam 2026-07-07T23:00:56+07:00 Meriwati Meriwati meriw9278@gmail.com Sufyan Anwar sufyananwar@gmail.com Meutia Paradhiba meutiaparadhiba@gmail.com Kiswanto Kiswanto kiswanto@gmail.com Ernawati Ernawati ernawati@gmail.com <p>Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan, dimana faktor lingkungan rumah tinggal memegang peran penting. Karakteristik hunian yang buruk, seperti ruang yang terlalu padat, kurangnya paparan cahaya matahari, sirkulasi udara yang buruk, serta tingkat kelembapan yang tinggi, berpotensi memicu timbulnya ISPA. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em> ini diselenggarakan pada April 2026 di Desa Rundeng, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam untuk mengkaji korelasi tersebut. Mempergunakan teknik total sampling, dihimpun sampel sebanyak 93 rumah yang memiliki anak bawah lima tahun (balita). Data dihimpun melalui wawancara dan pengamatan langsung di lapangan, lalu dianalisis mempergunakan uji Chi-Square. Temuan kajian mengonfirmasi adanya hubungan signifikan secara statistik antara kejadian ISPA pada balita dengan empat variabel fisik rumah: kepadatan hunian(p=0,023), pencahayaan (p=0,027), ventilasi (p=0,045), serta kelembapan (p=0,013). Berlandaskan temuan tersebut, disimpulkan bahwa kualitas fisik rumah berhubungan terhadap kejadia ISPA balita. Langkah intervensi berupa renovasi ventilasi, optimalisasi pencahayaan alami, pengaturan kepadatan ruang, dan penurunan kelembapan sangat direkomendasikan untuk menekan angka kasus ISPA.</p> 2026-09-21T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://www.jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2769 Peran Bidan dalam Pendampingan Laktasi pada Ibu Post Partum: Studi Kasus Ny H P1 A1 Menggunakan Pendekatan Manajemen Kebidanan Varney 2026-05-17T07:17:50+07:00 Ririn Ratnasari ririnratnasari85@gmail.com Fetty Rosyadi Wachdin fettyrosyadiwachdin@gmail.com Hayun Manudyaning Susilo hayunmanudyaningsusilo@gmail.com Nur Hidayati nurhidayati@gmail.com <p>Pendampingan laktasi merupakan salah satu bentuk intervensi kebidanan yang berperan penting dalam meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada masa postpartum. Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan karena terbukti memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit infeksi serta mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal (WHO, 2023; Victora et al., 2021). Namun, praktik pemberian ASI eksklusif masih menghadapi berbagai kendala, terutama rendahnya pemahaman ibu mengenai teknik menyusui yang tepat (Odom et al., 2021; Meedya et al., 2020). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran bidan dalam memberikan pendampingan laktasi pada ibu postpartum Ny. H P1A1. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan penerapan manajemen kebidanan Varney serta penilaian kemampuan menyusui melalui metode LATCH score dari 5 meningkat menjadi 9 Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menyusui yang ditandai dengan perbaikan skor LATCH, peningkatan produksi ASI, serta perbaikan kondisi psikologis ibu. Pendampingan yang dilakukan secara berkesinambungan terbukti meningkatkan pemahaman ibu mengenai pemberian ASI.</p> 2026-09-21T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://www.jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2220 Hubungan Pengetahuan dalam Meningkatkan Kesiapsiagaan Perawat Menghadapi Bencana di RSUD Prambanan 2026-03-14T11:42:00+07:00 Retno Yuli Hastuti hastuti.puteri@gmail.com Dyah Istiqomah dyahistiqomah@gmail.com Istianna NH istiannanh@gmail.com Arlina Dhian S arlinadhianS@gmail.com Puput Risti puputristi@gmail.com <p>Kesiapsiagaan merupakan upaya antisipasi bencana yang penting dilakukan oleh perawat sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kesiapsiagaan perawat menghadapi bencana di RSUD Prambanan. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional pada 96 perawat yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan kesiapsiagaan bencana, kemudian dianalisis dengan uji <em>Kendall Tau</em>. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (87,5%) dan kesiapsiagaan tinggi (64,6%). Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan kesiapsiagaan perawat dalam menghadapi bencana (p=0,016), namun kekuatan hubungan sangat lemah (r=0,247). Temuan ini mengindikasikan bahwa pengetahuan berperan dalam meningkatkan kesiapsiagaan perawat, tetapi bukan merupakan faktor utama. Kesiapsiagaan juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti pengalaman, pelatihan, simulasi bencana, serta lama bekerja.</p> 2026-09-21T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://www.jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2331 Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Keguguran Berulang: Studi Kasus-Kontrol 2025-12-19T19:02:13+07:00 Zaidah Ni’matullah Rusli zaidah.nimatullah.rusli-2022@fk.unair.ac.id Ernawati Ernawati ernawati@gmail.com Zakiyatul Faizah zakiyatulfaizah@gmail.com Dewi Setyowati dewisetyowati@gmail.com <p>Abortus berulang merupakan masalah kesehatan reproduksi yang berdampak pada kondisi fisik dan psikologis perempuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kejadian abortus berulang pada pasien di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Penelitian menggunakan desain observasional analitik kasus-kontrol dengan 104 responden (52 kasus, 52 kontrol). Data diperoleh dari rekam medis periode Januari 2022–Desember 2024 dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact. Distribusi IMT pada kelompok kasus: obesitas 38,5%, overweight 26,9%, normal 28,8%, underweight 5,8%; kelompok kontrol: overweight 38,5%, normal 32,7%, obesitas 19,2%, underweight 9,6%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan p = 0,171 dan uji Fisher's Exact p = 0,247, sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara IMT dan abortus berulang. Namun, analisis subkelompok menunjukkan peningkatan risiko bermakna pada kelompok obesitas dibandingkan IMT normal (OR = 2,51; 95% CI: 1,10–5,62; p = 0,025). Temuan ini menegaskan perlunya skrining IMT dalam konseling prakonsepsi meskipun signifikansi statistik keseluruhan tidak tercapai pada studi berskala terbatas ini.</p> 2026-09-21T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa